You are here

Data E-KTP di Tebingtinggi Terekam 102.826 Jiwa


TEBING TINGGI, MANDIRI
Hingga akhir bulan Januari 2013 jumlah data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang sudah terekam di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tebingtinggi sebanyak 102.826 jiwa atau sekitar 96,46 persen dari target yang ditetapkan sebesar 106.600 jiwa.
“Dari 102.826 data e-KTP yang sudah direkam tersebut, sebanyak 100.048 sudah selesai verifikasi sedangkan yang sudah sampai ke Tebingtinggi sebanyak 75.000 e-KTP dan sudah disebar ke kantor-kantor kecamatan untuk di distribusikan ke masyarakat,” kata Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil M Dimiyathi S.Sos MTP kepada wartawan, Selasa (19/2) dikantornya dikawasan Jalan Gunung Lueser Kota Tebingtinggi.
Disampaikan Dimiyathi bahwa proses perekaman data e-KTP di Kota Tebingtinggi terus dilanjutkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan, sedangkan penggunaan KTP konvensional (KTP lama) hanya berlaku hingga 31 Oktober 2013.
“Perlu diketahui oleh masyarakat luas bahwa hingga kini dan seterusnya perekaman data E-KTP secara regular terus berlanjut karena perkembangan usia penduduk khususnya remaja yang memasuki umur 17 tahun setiap waktu terus bertambah, jadi program e-KTP tidak akan pernah berhenti. Untuk rekam data e-KTP tahun 2013 ini menjadi beban APBN, artinya selama tahun 2013 rekam data e-KTP masih gratis,” lugas Dimiyati.
Diakui juga bahwa hingga kini masih banyak warga yang belum sempat merekam datanya untuk mendapatkan e-KTP dikarenakan beberapa hal seperti baru pindah alamat, belum memiliki kartu keluarga, ataupun sedang bekerja diluar daerah, untuk itu dihimbau agar segera mendatangi kantor camat diwilayahnya masing-masing. Sedangkan warga yang sudah merekam data tapi belum memperoleh e-KTP diharap bersabar menunggu panggilan.
“Bagi warga yang belum menerima e-KTP maka KTP kovensional (lama) masih berlaku sampai 31 Oktober 2013, sedangkan KTP elektronik ini berlaku seumur hidup,” paparnya.
Selain berfungsi sebagai identitas jati diri, e-KTP yang ada saat ini juga berlaku secara nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank dan sebagainya.
“E-KTP sangat penting dimiliki oleh setiap warga masyarakat untuk mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP, sehingga tercipta akurasi data penduduk untuk mendukung program pembangunan,” terang Dimiyati. [bs]
 
 
Rubrik: 

Add new comment