You are here

Menghimpun Pemikiran Meretas Kemiskinan

Kongres Masyarakat Pantai Timur Sumatera Utara akan Digelar 21-23 Mei

 

*Sudah Saatnya Masyarakat Pantai Timur Bersatu Meningkatkan Kehidupan

Medan, Mandiri

Jangan dikira semua masyarakat kawasan pantai timur Sumatera Utara (Sumut) hanya pasrah melihat kaumnya terus-menerus akrab dengan kemiskinan. Banyak dari putera-puteri wilayah pesisir ini memiliki pemikiran brilian, menyimpan gagasan besar untuk mengangkat harkat dan martabat kehidupan masyarakat dan negeri. Hanya selama ini waktu dan kesempatan yang belum tersepakati.

Tetapi sekarang ini, rencana sudah digulirkan. Dalam satu pertemuan sejumlah tokoh dan pemikir warga kawasan pantai timur Sumut di Jalan Singgalang No 1 Medan, Selasa (2/4/2013) malam lalu, semua sepakat untuk segera menyelenggarakan satu forum pembahasan. Bentuk dan namanya adalah Kongres Masyarakat Pantai Timur Sumatera Uara, tempatnya adalah Siba Island Resort Belawan, sedangkan waktunya mulai 21 sampai 23 Mei 2013.

Kongres itu nanti akan menjadi tempat menggali pikiran, gagasan dan cita-cita serta membahasnya untuk disarikan menjadi butir-butir rencana yang realistis dilaksanakan secara nyata. Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah secara berjenjang dari kabupaten/kota di wilayahnya, provinsi hingga pusat.

Dalam pertemuan malam itu, dari semua pembicara tergambar betapa sudah besarnya kerinduan pada kecemerlangan kehidupan masyarat di wilayahnya. Semua sepakat, sudah saatnya masyarakat pantai timur Sumatera Utara bersatu menegakkan harkat dan martabat kehidupan masyarakatnya. Berjuang serentak dalam berbagai aspek; memperketat adat budaya, memperkuat pendidikan umum dan agama, menggeliatkan pembangunan infrastruktur serta memutar lebih kencang roda perekonomian di wilayahnya.

Hanya dengan begitu tingkat kehidupan di wilayah pantai timur ini secara bisa akan terangkat tinggi, menyamai bahkan melebihi tingkat kehidupan masyarakat sebabangsa dan setanahairnya di kawasan lain. Pendek kata, kongres ini nanti akan menjadi forum menghimpun pemikiran untuk meretas kemiskinan, 

DOMINASI KEMISKINAN

Sesungguhnya tidaklah mengherankan, jika gagasan sebuah kongres (atau apa pun namanya) untuk membahas nasib masyarakat kawasan pantai timur Sumatera Utara ini muncul dan langsung disambut antusias. Sebab, sudah menjadi rahasia umum tingkat kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah ini jauh tertinggal dibanding kawasan lainnya, khususnya di bidang perekonomian. Kawasan yang menjulur sepanjang 500 KM lebih dari Langkat Tamiang hingga Labuhan Bilik ini, masih tertinggal dan miskin.

Padahal semua tahu pula, kawasan yang dikenal sebagai wilayah pesisir ini memiliki potensi dan kekayaan sumber daya alam (termasuk perairan) dan sumber daya manusia yang besar. Tetapi, misalnya dapat dilihat dari laporan Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut (2004), bahwa sekitar 21 persen dari penduduk Sumut tergantung hidupnya pada usaha perikanan (yang berarti warga wilayah pesisir) dan 60 persen dari jumlah mereka tergolong miskin. Begitu juga laporan Bdan Statistik Nasional (2008) yang menyebut, 60 persen dari rakyat Indonesia masih tergolong miskin dan 40 persen di antaranya berada di kawasan pesisir.

Untuk saat ini, agaknya kondisi itu tidak jauh berubah. Tingginya angka kemiskinan di kawasan pesisir disebabkan, antara lain, kebijakan pembangunan pemerintah masa lalu yang berorientasi dan bertumpu pada daratan (continental orientation) dan memarginalkan perairan. Padahal sumber daya perairan mengantung potensi ekonomi yang lebih besar dari daratan, karena 70 persen dari luas Negara ini merupakan kawasan perairan. Adalah sangat ironis, suatu kawasan yang memiliki sumber daya berlimpah namun masyarakatnya belum sejahtera, padahal banyak Negara dan kota besar di dunia maju dan sejahtera umumnya berada di kawasan pesisir.

Menyadari kondisi demikian, malam itu semua komponen masyarakat pesisir pantai timur Sumut yang hadir sepakat bahwa mereka tidak boleh terus terlena dan terpana, tetapi harus bangkit dan membangun masa depan yang lebih cerah dan penuh harapan. Dan memang sudah saatnya masyarakat pantai timur Sumut ini membuat langkah baru melakukan perubahan pola fikir, memformat konsep bermutu guna diaktualisasikan ke dalam kerja keras untuk menggenggam kemajuan dahsyat di masa depan.

Tampil sejumlah pembicara malam itu, yang muaranya adalah kesamaan semangat dan satunya pendapat, untuk segera membangun gagasan bagi kemajuan negerinya. Dimulai dari lontaran buah pikiran dari H Syarifuddin Siba SH, M.Hum dan Drs H Haris Fadillah M.Si, disambut dengan bentangan pandangan oleh Prof Dr phil Ikhwan Azhari, Prof Dr Khairil Ansari M.Pd, Prof Dr H Fachruddin Azmi MA, H OK Azhari SE, Syahril Tambuse SH, Drs Azrin Marydha, Drs H Subandi dan lainnya.

MENGGALI POTENSI

Alhasil, pertemuan malam itu menyepakati nama, tempat dan jadwal kongres. Dipilih pula Ketua Panitia Pengarah Prof Dr H Fachruddin Azmi MA dengan sekretaris Dr Indra Utama M.Si, dan Ketua Panitia Pelaksana Drs H Haris Fadillah M.Si dengan sekretaris H Syarifuddin Siba SH, M.Hum. Sedangkan semua peserta pertemuan lainnya turut menjadi menjadi panitia dengan susunan yang akan dimatangkan kemudian.

Selain para pembicara, mereka yang menghadiri pertemuan malam itu antara lain; Dr Khadijah S.Ag, Rusli, Zulkifli Burhan, Khairuddin S.Ag, M.Ag, Aslim Rafina S.Ag, Dr Dt Aulia Agustin, Ahmad Ayub, Ir Ferry Eldi, Emil Budian Siba SE, H Hermansyah SE, H Taufiqurrahman SE dan OK Zulkarnain SH, M.Si.

Kongres Masyarakat Pantai Timur Sumatera Utara ini akan mengambil thema “Menggali Potensi Bahari untuk Kemajuan Negeri”. Kongres akan menghimpun dan mengkonsolidasi potensi masyarakat pantai timur Sumut, merumuskan masalah-masalah yang menjadi penghambat kemajuan untuk melahirkan konsep-konsep dan program kerja percepatan kemajuan pembngunan masyarakat pantai timur Sumut.

Panitia kongres akan merumuskan siapa-siapa yang akan menjadi peserta dan semuanya dari unsure yang berada di kawasan pantai timur Sumut. Misalnya dari unsur Pemerintah Derah antara lain Kabupaten/Kota Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tanjung Balai, Asahan, Batu Bara, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Medan, Binjai dan Langkat. Kemudian dari unsur lembaga pendidikan, Ormas, tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha dan lembaga ekonomi dan unsur-unsur lainnya yang dipandang perlu.

Kegiatan kongres itu sendiri selain berupa seremonial perhelatan pembukaan dan penutupan, berintikan kegiatan intelektual yaitu semacam seminar atau dialog dengan instansi pemerintah seperti dengan Menteri Perikanan dan Kelautan, Menteri Pariwisata, Gubernur Sumut dan lain-lain. Diharapkan pula, ada selingan acara berupa kegiatan seni budaya berupa pentas kesenian masyarakat pantai timur.

Kongres ini diharapkan dapat melahirkan hasil-hasil seperti inventarisasi masalah penghambat kemajuan pembanguann dan sekaligus menyusun idaman da harapan masyarakat pantai timur Sumut, melahirkan konsep pembangunan dan program kerja masyarakat pantai timur Sumut jangka pendek, menengah dan panjang, menyampaikan pokok-pokok pikiran pembangunan masyarakat pantai timur dan membentuk pengurus wadah pembangunan masyarakat pantai timur Sumut.(am)

Foto :

Para peserta foto bersama seusai pertemuan pemuka masyarakat membahas Kongres Masyarakat Pantai Timur Sumatera Utara, Selasa (2/4/2013) malam di Jalan Singgalang No 1 Medan. (Foto: ist)

Rubrik: 

Add new comment