You are here

Bangun Lapangan Erry-Soekirman di Tanah Grand Sultan

Bupati Serdang Bedagai Sudah Tiga X Disomasi

*Akan Diikuti Laporan ke KPK Menggunakan Pasal UU Anti Korupsi

Medan, Mandiri

Seorang warga, Ir T Julian, melalui kuasa hukumnya advokat Dr (c) A Hakim Siagian SH, M.Hum dan kawan-kawan menyampaikan somasi kepada Bupati Serdang Bedagai, karena telah menguasai dan menabalkan nama Lapangan Erry-Soekirman di atas lahan milik warga dengan alas hak Grand Sultan No 94/1920. Lahan ini terletak di Jalan Raya Medan-Tebing Tinggi, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.
Somasi bernomor 20/AH/IV/2013 bertanggal 12 April 2013 yang dilayangkan terakhir, merupakan somasi III setelah somasi I dan II masing-masing nomor 02/AH/I/2013 dan 03/AH/I/2013 tidak ditanggapi. Padahal, semula diharapkan tanggapan Bupati atas somasi mereka akan bermuara pada penyelesaian masalah yang tidak akan saling merugikan.
“Untuk Somasi III ini, kami akan memberi waktu secukupnya menurut logika kepada Bupati Serdang Bedagai untuk menanggapinya. Bila tidak juga ditanggapi atau tanggapan tidak memberikan penyelesaian masalah, kami akan segera melaporkan Bupati ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menggunakan pasal-pasal dalam UU Anti Korupsi,” kata advokat A Hakim Siagian didampingi kliennya Ir T Julian kepada wartawan di Medan, Jumat malam (12/4).
Akan halnya lahan yang dipersoalkan, adalah sebidang tanah seluas sekitar 5 Ha yang dikuasai dan diduduki oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), bahkan di atasnya saat ini telah berdiri berbagai bangunan di antaranya kantor DPD Partai Golkar Serdang Bedagai, deretan kios dan tembok sekeling lahan. Sedangkan lahan kosong di tengahnya sudah pula ditabalkan sebagai Lapangan Erry-Soekirman, pada 7 Januari 2013 lalu.
“Kami memang tidak segera menguak permasalahan ini saat penabalan nama lapangan tersebut, karena pada waktu itu adalah masa proses Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang nota bene Bupati Serdang Bedagai Ir HT Erry Nuradi M.Si dan Wakil Bupati Ir H Soekirman sama-sama ikut sebagai calon wakil gubernur. Kami menjaga, jangan sampai hal ini dituduh untuk kepentingan calon lainnya sebagai competitor,” ungkap A Hakim Siagian.
Tapi sekarang Pilgubsu sudah selesai. Menurut A Hakim, proses tuntutan terhadap hak-hak kliennya atas lahan tersebut akan dilakukan secara serius. Lahan tersebut, selain dikuasai telah pula dilakukan kegiatan pembangunan untuk kepentingn apa dan anggaran dari mana, namun dari plank proyek yang terpampang di lokasi tersebut jelas tercantum nama instansi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Padahal status lahan jelas beralaskan hak Grand Sultan yang masih berlaku dan belum pernah dipindahhakkan.
Karena itu, baik penguasaan oleh Pemkab Sergai terhadap lahan yang bukan haknya sehingga diduga sebagai penyalahgunaan wewenang, maupun penggunaan APBD untuk pembangunan di atas lahan orang lain tanpa izin sehingga merupakan pelanggaran dan patut diduga sebagai tindakan korupsi, maka sudah proses hukum terhadap masalah ini akan dibawa ke KPK.
Dikatakan, apabila somasi yang ketiga ini tidak juga ditanggapi, mereka memiliki hak melakukan tuntutan dengan tiga cara. Pertama gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri, kedua secara pidana melaporkan kepada kepolisian dengan pasal-pasal perampasan hak dalam KUHP, dan ketiga melaporkan ke KPK menggunakan tuduhan berdasarkan pasal-pasal penyalahgunaan kewenangan dan penggunaan uang Negara secara tidak semestinya menggunakan pasal-pasal dalam UU Tindak Pidana Korupsi. “Dan kami akan lebih megutamakan pelaporan ke KPK,” ujar A Hakim Siagian serius.
ISI SOMASI III
Somasi III kepada Bupati Sergai nomor 20/AH/IV/2013 tertanggal Medan, 12 April 2013 yang ditembuskan kepada Ketua KPK, Kepala Kejaksaan Agung dan Kepala Kepolisian RI isinya adalah: 
Yang bertanda tangan dibawah ini, Dr (c) A Hakim Siagian SH M Hum, M Afdhal Lubis SH, Asman SH, M.Hum, Advokat/Penasihat Hukum dari kantor A Hakim Siagian, S.H,M.Hum & Partners, berkantor di JI T Amir Hamzah No 196-B Komp. Ruko Griya Riatur Indah Medan - 20124 Telp/Fax (061) 8441056. Berdasarkan surat kuasa khusus yang diberikan oleh Tuan Ir T Julian tertanggal 29 Oktober 2012, dengan ini menyampaikan Somasi ke III kepada Bapak dengan fakta dan peristiwa hukum sebagai berikut:
1. Bahwa menindakianjuti surat kami yang terdahulu masing-masing No: 02/AH/I/2013, No: 03/AH/I/2013, namun hingga somasi ke III ini kami sampaikan Bapak belum juga memberikan tanggapan, Bahkan dari fakta yang kami dapatkan, ternyata diatas tanah milik Klien kami tersebut telah ditabalkan dengan pemberian nama “Lapangan Erry Soekirman”.
2. Bahwa dapat kami tegaskan kembali Klien kami merupakan kuasa dan sekaligus ahli waris dari ahli waris Tengku Habsah yang mempunyai sebidang tanah terletak di JI. Raya Medan Tebing Tinggi, Desa Firdaus, Kec. Sei Rampah, Kab. Serdang Bedagai sebagaimana termaktub dalam surat Grand Sultan No. 94 yang dikeluarkan pada tahun 1920.
3. Bahwa diatas areal tanah milik Klien kami tersebut, saat ini telah dikuasai dan diduduki oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, dengan cara melakukan kegiatan pembangunan untuk kepentingan apa dan anggaran dari mana, yang sampai saat ini kegiatan tersebut terus berlangsung.
4. Bahwa atas adanya kegiatan berupa penguasaan dan pembangunan tersebut yang dilakukan dengan cara melawan hukum, maka Klien kami sebagai pemilik yang mempunyai alas hak yang sah telah berulang kali melakukan peringatan kepada Bapak baik lisan maupun melalui surat agar menghentikan segala aktifitas kegiatan diatas areal dimaksud, namun Bapak tidak mengindahkannya.
5. Bahwa terhadap penguasaan dan aktifitas kegiatan yang dilakukan diatas areal milik Klien kami oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, menurut hemat kami adalah merupakan bentuk pelanggaran hukum yang nyata berupa penyalahgunaan kewenangan sebagaimana dalam pasal 3 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahannya.
6. Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas untuk tidak menimbulkan kerugian yang Iebih besar terhadap Klien kami melalui Somasi ini kami meminta kepada Bapak agar dapat menghentikan seluruh aktifitas kegiatan sekaligus membersihkan areal dimaksud, kemudian menyerahkan kepada Klien kami dalam keadaaan baik tanpa dibebani apapun, dan selanjutnya kami meminta kepada instansi yang berwenang untuk segera memprosesnya.
7. Bahwa patut kami kemukakan Somasi ini kami sampaikan dalam rangka pemenuhan tuntutan profesi kami, namun apabila Bapak tidak mengindahkannya maka klien kami telah berketetapan hati akan melakukan upaya hukum.
Demikianlah Somasi untuk terakhir kalinya ini kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.(ris)
 
Rubrik: 

Add new comment